Ban Vulkanisir Membahayakan bagi pengemudi dan kendaraan Anda tentu tahu benar, kalau ban adalah satu diantara sisi perlu dari kendaraan. Yang satu ini bahkan juga mesti betul-betul di perhatikan keadaannya, karna jadi satu diantara penentu perlu juga akan keselamatan berkendara. Bila pada kajian beda, mas Sena telah sempat menyinggung masalah pengisian ban yang lebih untungkan dengan Nitrogen, kesempatan ini kita ulas masalah ban gundul dengan kata lain aus.
![]() |
| Ban Vulkanisir Membahayakan bagi pengemudi dan kendaraan |
Ban yang telah aus dengan kata lain telah gundul, tentu jadi “ancaman” untuk keselamatan berkendara. Tetapi untuk selekasnya ganti ban kendaraan yang telah gundul itu, beberapa yang memiliki kendaraan terkadang tertahan oleh harga. Harga ban kendaraan memanglah tidak dapat disebut murah. Nah, untuk menangani hal tersebut, beredar banyak ban rekondisi atau yang dikatakan sebagai ban vulkanisir. Masalah harga, ban vulkanisir memanglah tambah lebih terjangkau. Contoh gampangnya saja, mas Sena yang sempat “tergiur” dengan ban vulkanisir, dapat beli ban motor matic dengan separoh harga ban baru yang di jual resmi oleh diler. Dua hari pertama penggunaan sesudah ban vulkanisir digunakan, masih tetap baik-baik saja. Namun kemudian, baru ketahuan, “wujud” asli ban itu, yang nyatanya telah rusak kronis.
Ban vulkanisir adalah ban yang sudah diolah kembali, hingga muncul grip atau kembangan, ban lewat cara tempelkan susunan grip (kembangan) diatas ban yang sudah gundul atau yang grip nya telah habis. Hal semacam ini terang begitu tidak aman untuk pengendara kendaraan bermotor, karna bebrapa pada saat ban bisa jebol saat dipacu di jalanan. Anda terang butuh waspada, karna ini menimbulkan problem serta ancaman keamanan baru, dibanding ban yang sebatas telah aus. Sesungguhnya ada beberapa hal yang dapat anda cermati, supaya tidak tertipu dengan ban vulkanisir.
Misalnya saja masalah kembangan barusan. Check kembangannya, karna aktor rekondisi ban membuat kembangan baru lewat cara diukir. Mengakibatkan benjolan yang ada diantara kembangan ban juga akan tergerus serta hilang.
Diluar itu, cermati juga tanda keausan. Ban mempunyai tanda keausan atau ITW. Ban juga akan diikuti dengan logo segitiga di tepi dekat tapak ban. Periksalah logo itu. Umumnya, ITW juga akan menghadap ke satu benjolan di antara jalur ban. Nah, bila benjolan itu telah sejajar dengan jalur ban, jadi pastinya kalau ban itu telah aus. Baca juga Dunia Balap Nasional Kehadiran Tim Baru dan Kampas Kopling Mobil Matic Memanglah Gampang Habis.
